Manakah Susu Formula Terbaik?

ASI adalah susu yang terbaik bagi anak. Susu formula terbaik adalah susu yang sesuai dengan kondisi anak dan tidak menimbulkan gangguan. Bukan karena yang disukai, termahal, terkenal atau yang mengandung berbagai macam kandungan kecerdasan

ASI adalah merupakan makanan terbaik untuk bayi dan anak. Tetapi menjadi masalah bila anak tidak dapat mengkonsumsi ASI dengan cukup karena berbagai kondisi dan keadaan. Penggunaan PASI (Pengganti ASI) menjadi alternatif yang tidak dapat dihindarkan. Orang tua sering dihadapkan pada masalah pemilihan jenis susu formula yang tepat dan baik untuk bayi. Masalah ini diperumit dengan semakin banyaknya susu formula yang beredar di pasaran. Informasi tentang pemahaman pemilihan jenis susu semakin banyak didapatkan, baik dari dokter, sales promotion di supermarket, iklan di media cetak dan elektronik, brosur atau dari pengalaman ibu lainnya.

Informasi yang beragam inilah yang kadang membingungkan orang tua, karena sering sangat berbeda dan berlawanan. Seorang ibu mendapat advis dari dokter bahwa anaknya harus memakai susu A. Saat mencari susu tersebut di supermarket mendapat informasi dari seorang SPG (Sales Promotion Girl) bahwa susu A mungkin tidak cocok karena tidak bisa menggemukkan jadi harus dengan susu B. Sesampai di rumah si ibu mencoba “curhat” pertelepon dengan temannya. Si teman mengatakan bahwa anaknya bisa gemuk dengan susu C karena lebih terkenal dan lebih mahal. Dengan perasaan bingung si Ibu mencoba konsultasi ke dokter lainnya ternyata advisnya berbeda lagi, anak harus minum susu D.

6 Langkah Cepat Bersihkan Kulkas

Lemari pendingin atau kulkas merupakan salah satu tempat yang berpotensi menyimpan banyak kuman di rumah.

Widal Positif Belum Tentu Thipoid (Tifus)

Widal Positif Belum Tentu Tifus   Prof.Dr. Iwan Darmansjah, SpFK  

Bila musim sedang berganti di Indonesia, terutama di kota-kota besar,   sering ditemukan penyakit tifus yang merupakan penyakit usus halus.   Penyebabnya beberapa tipe kuman Salmonella typhi.   Kuman tifus terutama dibawa oleh air dan makanan yang tercemar, karena   sumber air minum di Jakarta, umpamanya, kurang memenuhi syarat.   Sayuran dapat saja dicuci dengan air kali yang juga dipakai untuk   penampungan limbah. Kakus pun berakhir di got atau kali. Padahal kuman   tifus berasal dari kotoran manusia yang sedang sakit tifus. Karena   kota-kota besar merupakan kakus terbuka raksasa, maka kuman tifus pun   berada dalam banyak minuman dan makanan yang lolos oleh proses   memasak.   Keadaan itu menyebabkan kenyataan : mungkin tidak ada orang di Jakarta   yang tidak pernah menelan kuman tifus ! Bila hanya sedikit kuman yang   terminum, biasanya orang tidak terkena tifus. Namun, kuman yang   sedikit demi sedikit masuk ke tubuh menimbulkan suatu reaksi imun yang   dapat dipantau dari darah; dikenal dengan reaksi Widal yang positif.   Seseorang di Indonesia yang mempunyai reaksi Widal positif, belum   berarti sakit tifus. Tapi bila reaksi Widal positif ini terjadi   seumpama di Swiss, dan orang itu tidak pernah makan di pinggir jalan   Jakarta serta tidak pernah diberi vaksin tifus, maka kemungkinan ia   benar menderita tifus.
Di negara maju sistem pembuangan limbah   disalurkan melalui pipa-pipa tertutup sehingga tidak bercampur dengan   kotoran manusia.  

Dewasa ini pemeriksaan Widal di laboratorium umum dilakukan begitu   terdapat demam 1-3 hari. Bila reaksi Widal ditemukan positif, orang   menjadi gelisah. Kadang-kadang ia makan obat antibiotik sendiri atau   memperlihatkan hasil laboratorium itu kepada dokter. Sering terjadi,   dokter langsung memberikan obat tifus kepadanya.   Widal, seperti semua hasil laboratorium, harus diinterpretasikan   dengan bijak. Tanda-tanda klinis penderita harus lebih diutamakan   daripada reaksi Widal yang positif. Mengapa ? Karena hampir semua   orang di Indonesia mempunyai reaksi Widal positif tanpa sakit tifus.  

Penderita tifus mulai demam rendah (subfebril) malam hari, hilang   esoknya, terulang lagi malamnya, menjadi makin hari makin tinggi.   Mulainya malam saja, kemudian siang juga. Tifus tidak pernah mulai   dengan demam tinggi pada hari pertama sampai ketiga. Bila demam terus   berlanjut dan pada hari ke 5 – 6 menjadi lebih tinggi, maka barulah   tiba waktunya untuk memeriksa Widal dan melakukan pembiakan kuman dari   darah. Hasil pembiakan kuman tifus yang positif merupakan bukti pasti   adanya tifus. Sayangnya, hasil kultur kuman ini baru diketahui sesudah   satu minggu (diluar negeri dalam 2 – 3 hari, dan ini merupakan   tantangan untuk laboratorium kita).   Angka reaksi Widal sendiri tidak ada artinya, karena naiknya suhu yang   khas, perlahan, sampai tercapai suhu tinggi sesudah 5 – 6 hari   merupakan simtom yang lebih penting untuk menduga adanya tifus. Demam   tinggi yang terjadi sampai 4 – 5 hari, tanpa tanda-tanda infeksi kuman   yang jelas, lebih dari 90% kemungkinannya ialah infeksi oleh virus,   yang tidak perlu diberi antibiotika.  

Berbeda dengan diet zaman dulu, kini tifus tidak memerlukan diet bubur   yang ketat; nasi agak lembek sudah cukup. Daging, telur, ikan, ayam,   tahu, tempe, sedikit sayur, dan buah boleh saja. Namun, yang pedas dan   keras seperti kacang sebaiknya dihindarkan. Yang lebih penting ialah   istirahat (tidur terlentang) sepanjang hari, sampai panas turun selama   beberapa hari.   Bila dirawat di rumah ia masih diperbolehkan berdiri dan jalan   perlahan hanya satu kali sehari untuk buang hajat. Kencing dilakukan   di tempat tidur saja. Suhu perlu dicatat empat kali sehari untuk   ditunjukkan pada dokter yang merawat. Namun, penderita dilarang pergi   ke tempat praktek dokter. Banyak pergerakan menyebabkan suhu naik   lagi, karena kuman terlepas dari tempat perkembangannya di usus masuk   ke dalam darah. Pergerakan banyak juga menimbulkan risiko usus pecah   pada minggu ke 3 – 4. Dengan perawatan ini dan obat antitifus yang   khusus, demam baru akan turun dalam 4 – 8 hari. Bila panas sudah turun   dalam 1 – 2 hari setelah pengobatan, kemungkinan bukan tifus yang   diderita.  

Sekali Lagi Mengenai Test Widal Utk Tifus  
Seorang wanita, 13 thn, yang bertubuh besar dan biasanya sehat, datang   dengan demam 6 hari. Demam tidak terlalu tinggi dan datang hilang   selama 5 hari dan terukur 39.5° C di kamar praktek. Pasien diantar   ayahnya, membawa hasil laboratorium (inisiatif sendiri), termasuk   nilai titer Widal (antara 0 dan 1/160) yang semuanya normal. Ia   mengeluh sakit kepala dan mual sebagai keluhan utama, serta berak   encer 1 kali. Wajahnya menunjukkan ia menderita ringan saja. Saya beri   surat periksa labor untuk tes urine lengkap dan kultur darah, yang   hasilnya baru akan diperoleh beberapa hari lagi. Dengan diagnosis   klinis tifus saya beri siprofloksasin dengan pesan tidak boleh jalan   dan istirahat tidur di rumah. Tanggal 14 Des demam naik 40.1°C dan   karena ayah panik, pasien dirawat di RS PI, dimana ia diberi infus   cefotaxime. Tgl 16 Des saya menerima SMS , menyatakan hasil kultur   darah tifus positif.  

Apakah Tes Widal harus dilakukan pada semua pasien demam?  

Sejak beberapa tahun terakhir pemeriksaan tes Widal menjadi rutin men-   screen penderita demam untuk penyakit tifus. Kebiasaan ini hanya   terjadi di Indonesia. Entah asal mulanya dari mana sulit dilacak,   karena hampir semua dokter spesialis dan umum melakukannya secara   salah kaprah kolektif. Hal ini begitu menyolok, sehingga pasien   sendiri meminta labor melakukannya bila demam. Pengelola labor-pun   secara tidak etis menawarkan test ini kepada setiap pasien yang lagi   demam. Pada hal, semua dokter harus tahu bahwa nilai titer Widal tidak   bisa dipakai untuk mendiagnosis tifus. Semua buku kedokteran juga   tidak ada yang akan membenarkannya. Sehingga tujuan komersial oleh   para pelaku tidak bisa disingkirkan.  
Reaksi Widal merupakan test imunitas yang ditimbulkan oleh kuman   Salmonella typhi / paratyphi, yaitu kuman yang terdapat di minuman dan   makanan kita yang terkontaminasi dengan tinja orang yang sakit tifus.   Jakarta dan Indonesia merupakan reservoir raksaksa kuman salmonella   dan lainnya. Semua manusia di Indonesia pasti pernah kemasukan kuman   salmonella melalui food-chain ini. Bila kebetulan jumlah kuman yang   tertelan cukup besar mungkin akan timbul penyakit tifus yang terutama   ditandai oleh demam berkepanjangan sebagai ciri khas. Namun tidak   semua demam adalah tifus.

Tifus perlu dicurigai bila demam berlanjut   sedikitnya 6-7 hari. Juga demam tifus pada hari2 permulaan hanya   ringan, tidak konstan, naik-turun, dan hanya setelah 5-7 hari akan   tinggi menetap, disertai badan pegal dan sakit kepala, serta kadang2   mual dan diare ringan.

Diagnosis tifus bisa dicurigai setelah demam   sekitar seminggu ditambah gejala2 diatas. Secara statistik juga demam   tanpa adanya gejala positif yang mengarah ke penyakit lain,   kemungkinan tifus adalah yang paling besar di Jakarta. Hal ini juga   ditopang oleh musim kemarau dan banjir yang membawa kuman salmonella.  

Pemeriksaan labor untuk konfirmasi kecurigaan tadi ialah kultur darah,   dilakukan sewaktu ada demam tinggi yang merupakan pertanda bahwa kuman   sedang menyebar dalam darah (sehingga lebih mudah dikultur). Kultur   tidak bia dilakukan pada hari2 permulaan demam karena cenderung masih   negatif. Kita harus menunggu hingga demam sudah tinggi dan konstan.   Sayangnya hasil kultur untuk kepastian diagnosanya baru diperoleh   setelah 4-6 hari. Namun pengobatan sudah bisa dilakukan atas dasar   penilaian klinis, sambil menunggu hasil kultur.  

Test Widal tidak bisa dipercayai karena terlalu banyak test yang false   positif maupun false negative.  

Test Widal hanya akan berguna untuk follow-up, terutama jaman dulu   waktu mana belum ada antibiotika dan tifus bisa berlangsung 1 bulan   atau lebih. Ia berguna untuk melihat apakah titernya naik selama   penyakit tersebut. Inipun tidak berguna lagi karena obat antibiotik   yang ampuh sudah tersedia dan akan menyembuhkan tifus dalam 7-10 hari,   sehingga tidak perlu follow-up.

Tingginya titer juga sangat individual   dan tergantung kemampuan tubuh kita membuat antibody. Misalnya, saya   mempunyai seorang pasien laki, muda yang selama lebih dari 6 bulan   (tanpa demam) diberi antibiotika berganti2 oleh dokternya hanya karena   titer Widalnya sangat tinggi (sekitar 1/8000) dan tidak mau turun.   Tentu hal ini mubazir.   Sekarang musim hujan lagi dan frekuensi tifus akan naik di Jakarta.  

Bawalah tulisan ini dan berilah ke dokter anda bila anda disuruh   periksa Widal.  

Be a `smart patient’!  

Makna Nilai Laboratorium  
Dengan adanya teknologi canggih, maka banyak orang mengira bahwa   dengan memeriksakan diri di suatu laboratorium dapat menentukan   penyakit yang dideritanya, misalnya bila terjadi demam. Asumsi ini   tidak benar.

Ilmu kedokteran mendiagnosa penyakit terutama dengan cara   klinis, dan laboratorium merupakan pelengkap. Sering hasil   laboratorium disertai dengan nilai-nilai normal disebelah nilai yang   ditemukan, sehingga sangat sugestif bahwa bila nilai yang ditemukan   itu di luar batas-batas normal, maka hal itu berarti “abnormal”, dan   abnormal diartikan “sakit”. Hal ini TIDAK BENAR.  

Sebelum kita menarik kesimpulan seperti di atas perlu difahami   beberapa hal:  
1. Nilai laboratorium “normal” ditentukan oleh himpunan data nilai lab   yang banyak sekali dari orang-orang yang dianggap dalam   kondisi “normal” sehingga diperoleh batasan yang dianggap “normal”   secara statistik. Namun manusia sangat bervariasi sehingga perolehan   nilai lab itu perlu diinterpretasi secara ilmiah. Misalnya suatu nilai   darah, seperti laju endap darah dapat dipengaruhi oleh ada-tidaknya   haid, dan caveat ini tidak disebut dalam laporannya. Walaupun suatu   nilai yang tinggi, misalnya 100 mm/1jam, dapat dihubungkan dengan   suatu proses di tubuh seperti adanya infeksi atau adanya tumor bila   memang didukung oleh keadaan klinis. Kekecualian pun bisa terjadi,   artinya “tidak ada penyakit”.  

2. Ada nilai lab yang mempunyai batasan normal sempit, dan perolehan   nilai dil luar batasan ini berarti pasti abnormal (sakit). Misalnya,   tinggi-rendahnya hemoglobin (Hb) dapat memastikan adanya anemia   (“kurang darah”), dan dapat ditentukan secara konsensus, dibawah nilai   Hb berapa, diperlukan transfusi darah. Contoh lain, misalnya, nilai   fungsi ginjal, kreatinin, mempunyai batasan normal yang sempit, dan di   atas batasan ini menunjukkan semakin berkurangnya fungsi ginjal secara   pasti. Terdapat hubungan jelas antara bertambahnya nilai kreatinin   dengan derajat kerusakan ginjal, sehingga diketahui pada nilai berapa   perlu dilakukan tindakan cuci darah misalnya.  

3. Sebagian nilai lab mempunyai batasan lebar dan arti yang kadang-   kadang tidak terlalu penting bila batasan “normal” dilampaui.   Memperoleh nilai reaksi Widal positif untuk menandakan adanya antibody   terhadap kuman tifus dalam tubuh kita merupakan suatu nilai lab yang   sering dirisaukan oleh penderita bila ada demam. Dalam terbitan   INTISARI bulan ……….telah dibahas mengenai arti suatu reaksi Widal yang   positif, yang belum tentu berarti menderita tifus. Widal positif tanpa   adanya demam khas selama kurang-lebih seminggu bukanlah tifus. Reaksi   Widal positif hanya disebabkan oleh tercemarnya sumber air minum di   kota-kota besar Indonesia oleh kuman Salmonella typhi dari penderita   tifus.  

4. Nilai tinggi kolesterol dan asam urat dewasa ini juga merupakan   momok untuk mereka yang suka makan enak dan banyak. Segala gejala yang   dirasakan seperti pegal, linu, sakit kepala, sakit sendi,   dikhawatirkan sebagai akibatnya. Sebagian besar hal ini tidak benar,   dan kenaikan sedikit diatas “normal” tidak perlu dirisaukan; apalagi   diharuskan makan obat. Biasanya dengan melakukan diet yang baik nilai-   nilai ini sudah turun ke normal. Sebaliknya makan obat disertai makan   banyak berlemak tentu merupakan tindakan tidak rasional.  

5. Pemeriksaan lab juga sering berlebihan; semua fungsi fisiologis   diperiksakan tanpa adanya petunjuk klinis apa yang hendak diketahui.   Pemeriksaan semacam ini tidak akan menghasilkan sesuatu yang   diharapkan dan menghamburkan biaya. Sebaiknya pemeriksaan lab perlu   direncanakan dengan baik oleh dokter anda dan untuk menghemat biaya   perlu dibatasi jenisnya. Hasil lab yang sering diperlihatkan kepada   dokter anda setelah anda sendiri memintanya di laboratorium biasanya   mengandung banyak kekurangan karena tidak dipilih menurut kebutuhan   yang riel. Interpretasi hasilnya juga tidak dapat dilakukan sendiri   tanpa pengetahuan lebih lanjut. 

Iwan Darmansjah – milissehat

Jika Demam Melanda Anak dan Bayi

SALAH meminumkan obat antidemam pada anak, malah akan mengundang penyakit lain. Anak-anak, kata Purnamawati, lebih rentan terhadap efek samping obat ketimbang orang dewasa. Hal itu karena organ tubuh anak belum dapat berfungsi dengan sempurna. Anak demam? Pasti terjadi, bahkan mungkin sering menimpa anak Anda. Demam memang kejadian yang kerap diderita anak dan menjadi alasan orang tua membawa sang buah hati ke dokter.

Mengenal Nyeri Kepala (Headache)

Nyeri Kepala dapat terjadi kapan saja, dimana saja, dan pada siapa saja. Rasanya tidak seorangpun yang belum pernah mengalami nyeri kepala, bedanya ada yang jarang mengalaminya dan ada yang sering sekali mengalaminya atau ada yang tidak pernah berhenti merasakannya. Kadang nyeri kepala terjadi sangat ringan sehingga tidak mengganggu pekerjaan tetapi bisa juga nyeri kepala terjadi berat sampai mengganggu pekerjaan.

Penyebab nyeri kepala sangat banyak, bisa merupakan tanda kegawat daruratan , bisa juga hanya karena kelelahan fisik atau psikis.

Marilah kita mengenali tanda bahaya nyeri kepala (RED FLAG)

1. Nyeri kepala sangat berat mendadak (akut) dan terjadi pertama kali, yang belum pernah dirasakan sebelumnya, tidak membaik dengan obat anti nyeri apapun. Nyeri kepala seperti ini merupakan tanda bahaya, apalagi jika kemudian disertai oleh disorientasi, bicara pelo, kelemahan anggota gerak satu sisi, kejang, pandangan kabur, muntah proyektil atau penurunan kesadaran, atau sebelumnya didahului oleh adanya suatu trauma kepala atau demamJika mengalami hal seperti ini kemungkinan telah terjadi Stroke perdarahan, baik perdarahan intraserebral maupun subarachnoid hemoragik dll. Bisa juga nyeri kepala tersebut merupakan gejala dari meningitis.

2. Nyeri kepala yang berlangsung terus menerus, perbaikannya hanya sedikit, tidak pernah merasakan bebas nyeri kepala, dan nyeri kepala terasa bertambah berat seiring bertambahnya waktu (khronik progresif)
Sama persis dengan nyeri kepala akut pada point 1, nyeri kepala seperti ini merupakan tanda bahaya, apalagi jika kemudian disertai oleh disorientasi, bicara pelo, kelemahan anggota gerak satu sisi, pandangan kabur, kejang, muntah proyektil atau penurunan kesadaran, atau sebelumnya didahului oleh adanya suatu trauma kepala atau demam
Kemungkinan penyebab adanya nyeri kepala khronik progresis adalah adanya tumor otak, abses serebri, tuberkuloma dll.Jika memang terjadi tanda dan gejala seperti diatas perlu segera dilakukan pemeriksaan dan penatalaksanaan secepatnya, karena merupakan suatu kondisi emergency.

Laksmi Purwitosari – Neurolog Milis Sehat

Sakit Kepala?

 Sering sakit kepala! Wach jangan-jangan ada tumor otaknya, jangan-jangan ada gumpalan darah di otak, ngeri membayangkannya, tambah was-was, akhirnya sakit kepalanya jadi bertambah. Tidak usah khawatir sering merasakan nyeri kepala, walaupun tidak nyaman, walaupun mengganggu pekerjaan, tetapi nyeri kepala yang tidak memiliki tanda bahaya (RED FLAG) memeng terjadi berulang, kambuh kambuhan tetapi berbahaya. Nyeri kepala primer, merupakan nyeri kepala yang tidak disebabkan oleh kerusakan struktural otak jadi hanya merupakan nyeri fungsional (karena gangguan pada neurotransmitter di otak).

Khas dari nyeri kepala primer,
1. bersifat episodik (kumat-kumat),
2. ada periode bebas nyeri,
3. membaik atau hilang dengan istirahat atau minum analgetik ringan
4. biasanya kambuh pada saat terjadi stressor psikososial atau aktivitas fisik yang berlebih

Macam-macam nyeri kepala primer:
- Migren (nyeri berdenyut, satu atau dua sisi) disertai mual, muntah dapat disertai aura)
- Tension type headache, kepala terasa berat, penuh, tertekan, tertimpa beban berat
- Cluster headache (nyeri berdenyut, berkelompok, terjadi bisa sampai beberapa hari sampai minggu)

Laksmi Purwitosari – Neurolog RSUD Banyumas – Milis Sehat

10 Alasan Yoghurt Adalah Makanan Sehat Terbaik

10 Alasan Yoghurt Adalah Makanan Sehat Terbaik

1. Yoghurt lebih mudah dicerna dibandingkan susu
2. Yoghurt menyehatkan usus besar (kolon)
3. Yoghurt meningkatkan ketersediaan gizi-gizi lain
4. Yoghurt bisa meningkatkan imunitas
5. Yoghurt membantu penyembuhan setelah infeksi usus
6. Yoghurt bisa menurunkan infeksi jamur
7. Yoghurt kaya akan kalsium
8. Yoghurt kaya akan protein
9. Yoghurt bisa menurunkan kolesterol
10. Yoghurt adalah “makanan pertumbuhan”

Detilnya bisa baca di sini:

http://www.askdrsears.com/topics/family-nutrition/yogurt/10-reasons-yogurt-top-health-food

Sumber : milissehat

KELEBIHAN VITAMIN A

Kelebihan vitamin A dapat menyebabkan keracunanan, baik itu terjadi pada satu kali pemberian (keracunan akut) ataupun dalam jangka waktu lama (keracunan kronis).

Keracunan Akut

Penjelajah Kutub Utara mengalami ngantuk, mudah tersinggung, sakit kepala dan muntah dalam beberapa jam setelah memakan hati beruang kutub atau hati anjing laut, yang banyak mengandung vitamin A.Tablet yang mengandung vitamin A sebanyak 20 kali dosis harian yang dianjurkan, yang digunakan untuk pencegahan dan meringankan penyakit kulit, kadang menyebabkan gejala serupa, bahkan jika diminum sesuai petunjuk.

Keracunan Kronis

Keracunan kronis pada anak-anak yang lebih besar dan dewasa biasanya merupakan akibat mengkonsumsi vitamin A dosis besar (10 kali dosis harian yang dianjurkan) selama berbulan-bulan.Keracunan vitamin A dapat terjadi pada bayi dalam beberapa minggu.

Gejala awal dari keracunan kronis adalah:- rambut yang jarang dan kasar- kerontokan pada sebagian bulu mata- bibir yang pecah-pecah- kulit yang kering dan kasar.Sakit kepala hebat, peningkatan tekanan dalam otak dan kelemahan umum terjadi kemudian.Pertumbuhan tulang dan nyeri sendi sering terjadi, terutama pada anak-anak.Hati dan limfa dapat membesar

Diagnosa keracunan vitamin A ditegakkan berdasarkan gejala dan tingginya kadar vitamin A dalam darah.Gejala akan menghilang dalam 4 minggu setelah penghentikan pemakaian vitamin A tambahan.Beta-karoten terdapat dalam sayuran seperti wortel, diubah secara perlahan oleh tubuh menjadi vitamin A dan dapat dikonsumsi dalam jumlah besar tanpa menyebabkan keracunan.Walaupun kulit akan berubah menjadi kuning tua (karotenosis), terutama kulit di telapak tangan dan telapak kaki, tetapi tidak menimbulkan efek samping lainnya.

sumber : Apotik online dan media informasi obat – penyakit :: m e d i c a s t o r e . c o m

Survei: Gaya Asuh Pengaruhi Mental Anak

Penelitian selama tiga tahun terhadap 214 anak yang rata-rata berusiasembilan tahun dan ibu mereka membuktikan bahwa kesesuaian gaya asuhorang tua dengan kepribadian anak bisa mengurangi depresi dan kecemasanpada anak hingga 50 persen. Sedangkan ketidaksesuaian gaya asuh orangtua dengan kepribadian anak malah bisa meningkatkan risiko depresi anakhingga dua kali lipat.Penelitian ini dilakukan oleh tim dari University of Washington Schoolof Medicine, Amerika Serikat, yang dipublikasikan di Journal of AbnormalChild Psychology edisi Agustus 2011. Anak-anak yang mampu mengontrolemosi dan perilaku mereka cenderung jadi depresi jika orang tua terlalumengontrol. Mereka akan lebih santai jika orang tua memberi merekaotonomi. Anak yang tak terlalu bisa mengendalikan emosi dan perilakumereka justru mendapat keuntungan dari orang tua yang bergaya sepertipemberi petunjuk yang terstruktur. ? HEALTHDAY | UTAMI

http://epaper.korantempo.com/PUBLICATIONS/KT/KT/2011/08/10/ArticleHtmls/survei-Gaya-Asuh-Pengaruhi-Mental-Anak-10082011185013.shtml?Mode=1

Bakteri Penyebab Diare (Shigella)

Shigella adalah bakteri yang dapat menginfeksi saluran pencernaan dan menyebabkan gejala mulai dari diare, nyeri perut, muntah, dan mual, sampai komplikasi yang lebih serius. Infeksi ini disebut Shigellosis, terkadang dapat menghilang dalam perjalanan penyakitnya, antibiotik dapat mempersingkat perjalanan penyakit.

Shigellosis, yang paling umum terjadi dalam musim panas, umumnya mengenai anak-anak usia 2-4 tahun, dan jarang menginfeksi bayi kurang dari 6 bulan.

Infeksi ini sangat menular dan dapat dicegah dengan cuci tangan yang baik.

Tanda dan Gejala

Bakteri Shigella menghasilkan racun yang dapat menyerang permukaan usus besar, menyebabkan pembengkakan, luka pada dinding usus, dan diare berdarah.

Keparahan diare pada Shigellosis berbeda dari diare biasa. Pada anak-anak dengan Shigellosis, pertama kali buang air besar besar sering dan berair. Kemudian buang air besar mungkin lebih sedikit, tetapi terdapat darah dan lendir di dalamnya.

Gejala lain Shigellosis termasuk:

* Nyeri perut

* Demam tinggi

* Hilangnya nafsu makan

* Mual dan muntah

* nyeri saat buang air besar

Dalam kasus Shigellosis yang sangat parah, seseorang mungkin mengalami kejang, kaku kuduk, sakit kepala, kelelahan, dan kebingungan. Shigellosis juga dapat menyebabkan dehidrasi dan komplikasi lain yang jarang terjadi, seperti radang sendi, ruam kulit, dan gagal ginjal.

Beberapa anak dengan kasus Shigellosis yang berat mungkin perlu dirawat di rumah sakit.

Penularan

Shigellosis sangat menular. Seseorang dapat terinfeksi melalui kontak dengan sesuatu yang terkontaminasi oleh tinja dari orang yang terinfeksi. Ini termasuk mainan, permukaan di toilet, dan bahkan makanan yang disiapkan oleh seseorang yang terinfeksi. Misalnya, anak-anak yang menyentuh permukaan yang terkontaminasi oleh shigella seperti toilet atau mainan dan kemudian memasukkan jari-jari mereka di mulut maka mereka bisa menjadi terinfeksi. Shigella bahkan dapat dibawa dan disebarkan oleh lalat yang kontak dengan tinja yang terinfeksi.

Karena tidak membutuhkan banyak bakteri Shigella untuk menyebabkan infeksi maka penyakit dapat menyebar dengan mudah dalam keluarga dan penampungan anak. Bakteri mungkin juga tersebar di sumber air di daerahdengan sanitasi yang buruk. Shigella masih dapat disebarkan dalam 4 minggu setelah gejala penyakit selesai (walaupun pengobatan antibiotik dapat mengurangi pengeluaran bakteri Shigella di tinja).

Pencegahan

Cara terbaik untuk mencegah penyebaran Shigella adalah dengan sering mencuci tangan yang bersih dengan sabun, terutama setelah menggunakan toilet dan sebelum mereka makan. Hal ini terutama penting dalam perawatan anak.

Jika Anda merawat anak yang mengalami diare, cuci tangan sebelum menyentuh orang lain dan sebelum memegang makanan. (Siapa pun dengan diare sebaiknya tidak menyiapkan makanan bagi orang lain.) Pastikan untuk sering membersihkan dan membersihkan toilet yang digunakan oleh seseorang dengan Shigellosis.

Popok anak dengan Shigellosis harus dibuang dalam tong sampah yang tertutup, dan bekas popok harus dibersihkan dengan disinfektan setelah digunakan. Anak-anak (terutama mereka yang masih menggunakan popok) dengan Shigellosis atau dengan diare dari setiap penyebab harus dijauhkan dari anak-anak lain.

Penanganan, penyimpanan, dan persiapan makanan juga dapat membantu mencegah infeksi Shigella. Makanan dingin harus disimpan dingin dan makanan panas harus disimpan panas untuk mencegah pertumbuhan bakteri.

Diagnosis dan Pengobatan

Untuk mengkonfirmasi diagnosis Shigellosis, dokter akan mengambil sampel tinja dari anak Anda yang akan diuji untuk bakteri Shigella. Tes darah dan tes lainnya juga dapat menyingkirkan kemungkinan penyebab lain dari gejala, terutama jika anak Anda memiliki sejumlah besar darah dalam tinja.

Beberapa kasus Shigellosis tidak memerlukan pengobatan, tetapi antibiotik akan diberikan untuk memperpendek penyakit dan untuk mencegah penyebaran bakteri kepada orang lain.

Jika dokter memberikan resep antibiotik sesuai diagnosis maka berikan mereka sesuai dosis. Hindari pemberian obat bebas untuk muntah-muntah atau diare, karena mereka dapat memperpanjang penyakit. Acetaminophen (parasetamol) dapat diberikan untuk mengurangi demam dan membuat anak Anda lebih nyaman.

Untuk mencegah dehidrasi, ikuti petunjuk dokter Anda tentang apa yang anak Anda harus makan dan minum. Dokter anda dapat merekomendasikan minuman khusus yang disebut cairan rehidrasi oral, atau CRO (seperti Pedialyte) untuk menggantikan cairan tubuh dengan cepat, terutama jika diare telah berlangsung selama 2 atau 3 hari atau lebih.
Anak-anak yang mengalami dehidrasi sedang-berat atau yang memiliki penyakit lain yang lebih serius mungkin perlu dirawat di rumah sakit untuk dipantau dan mendapat tatalaksana seperti cairan infus atau antibiotik.

Kapan Harus Menghubungi Dokter

Hubungi dokter jika anak Anda mempunyai tanda-tanda infeksi Shigella, termasuk diare dengan darah atau lendir, disertai dengan sakit perut, mual dan muntah, atau demam tinggi.

Anak-anak dengan diare dapat dengan cepat mengalami dehidrasi, yang dapat mengakibatkan komplikasi yang serius. Tanda-tanda dehidrasi meliputi:

* Haus

* rewel

* gelisah

* penurunan kesadaran (sulit dibangunkan)

* Mulut,lidah, dan bibir kering

* Mata cekung

* Popok kering selama beberapa jam pada bayi atau jarang BAK

Jika Anda melihat tanda-tanda ini, hubungi dokter segera. (YSK)

Bahan bacaan : Shigellosis; Joel Klein, MD

http://kidshealth.org/PageManager.jsp?dn=KidsHealth&lic=1&ps=107&cat_id=20048&article_set=23014

Milis Sehat

Powered by WordPress | Free Cell Phone Sale at iFreeCellPhones.com. | Thanks to Palm Pre Blog, Game Soundtracks and Conveyancing
http://websiteibu.com/wp-content/themes/Selin/images/banner_vertikalgede.gif, http://www.dbc-network.com/index.php?id=bisnisimpian123